Kendati belum diluncurkan secara resmi, namun pekan kemarin NMI telah mengundang sejumlah jurnalis, termasuk Dapurpacu.com, melakukan test drive March dengan rute sejauh 580 km dari Jakarta hingga Jogjakarta. Pada kesempatan ini Dapurpacu.com meraih kesempatan menjajal performa model transmisi manual yang rencananya dibandrol seharga Rp 140 juta (tersedia pula model transmisi otomatis).
Berikut ini hasil impresi Dapurpacu.com terhadap Nissan March:
Desain
Desain eksterior March generasi keempat ini terlihat lebih mengotak dari pendahulunya. Tak ada sentuhan desain yang menonjol atau alur ekstrim layaknya genre desain mobil-mobil kecil modern saat ini. Lihatlah lampu depan yang dibuat dengan desain bulat lonjong. Desain ini membuatnya kental dengan ciri khas mobil-mobil kecil dari Jepang di era 90-an. Desain buritan juga sangat minimalis, lampu belakang kecil, bumper bulat dan menggunakan spoiler atas.
Kondisi minimalis juga Dapurpacu.com rasakan tatkala melongkok ke bagian kabin. Dengan dominasi warna hitam, March cocok untuk kendaraan harian yang tak perlu khawatir mudah terlihat kotor. Beruntung aksi audio in-dash mampu menghasilkan kesan dashboard modern. Padanan ini semakin menyenangkan karena Nissan berani membekali kemudi model palang tiga dengan balutan kulit.
Selain itu, metercluster dengan Multi Information Dispaly (MID) yang bisa menunjukkan bahan bakar, jam, serta jarak tempuh perjalanan, juga mendongkrak sisi modernitas. Sayangnya, kualitas material plastik pada dashboard terasa tak istimewa, bahkan permukaannya kurang halus.
Performa
March dibekali mesin DOHC 3-silinder berkapasitas 1.2 liter. Mesin ini melempar tenaga 79 hp pada 6.000 rpm dan torsi 102 Nm pada 4.400 rpm. Performa ini kalah dengan Chevrolet Spark dan Suzuki Spalsh yang akan menjadi pesaing di segmennya.
Sementara itu, untuk penghenti keempat rodanya digunakan rem tromol. Sistem ini juga sangat konvensional mengingat beberapa pemain di segmen itu ada yang melangkapi roda depan dengan rem cakram. Toh begitu, sistem rem tromol yang diselipkan untuk March sudah mendukung untuk performa yang dihasilkannya.
Setidaknya kondisi ini terasa saat Dapurpacu.com meluncurkan mobil ini dari tol Cikampek hingga Indramayu, Jawa Barata. Sepanjang lintasan itu, Dapurpacu.com menemukan sebuah performa sepadan dan fungsional untuk mobil kecil seukuran March. Kecepatan 100 km/jam bahkan bisa diraih mobil yang akan dirakit di Indonesia ini. Gaya pengereman, serta akurasi yang diberikan juga cukup aman, kendati tidak bisa dikatakan super-sempurna.
Kesan akurat tak ketinggalan ditunjukkan sistem kemudi. Ringan, dan berisi telah menghasilkan karakter pengemudian yang mudah dipahami. Pada kecepatan tinggi kemudi March tidak liar, dan dia akan berprilaku ringan tatkala kita membutuhkan parkir.
Sayangnya, sistem transmisi manualnya kurang bisa bekerjasama dengan pengemudi. Pergerakkan naik-turun transmisi kami rasakan terlampau keras untuk ukuran mobil sekecil March. Kondisi ini semakin membuat kenyamanan mengemudi terkurangi karena selepas 100 km/jam tingkat akselerasi mulai berat dan suara deru mesin mulai kencang khas mobil 3-silinder.
Namun demikian getar mesin yang biasanya muncul pada mesin 3-silinder mampu direduksi dengan baik berkat fitur Outer Balancer.
Beruntung March memberikan akselerasi spontan di putaran mesin bawah. Karena kemantapan ini, Dapurpacu.com merasa selalu percaya diri ketika menyalip kendaraan di depan, bahkan saat di lintasan menanjak di sekitar daerah Bumiayu.
Kenyamanan
Dapurpacu.com sangat memahami keterbatasan ruang yang dimiliki mobil-mobil kecil seperti March. Karena itu, kami tak akan langsung memberikan nilai negatif pada mobil lima penumpang ini.
Untuk ukuran rata-rata orang Asia, jarak ruang kaki serta kepala di bangku depan sudah memberikan jarak yang cukup baik. Lutut tidak menempel ke dashboard dan plafon tidak tersundul rambut kepala. Hal ini menghasilkan sebuah kenyamanan karena gerak pengemudi dan penumpang depan tidak terbatasi.
Tingkat kenyamanan duduk di bangku belakang juga lumayan nyaman. Walau telapak kaki tidak bisa diletakkan terlalu jauh ke depan, namun jarak lutut dan ruang di atas kepala memberi ruang yang cukup. Kendati demikian, mungkin kenyamanan akan terkorbankan bila di bangku belakang duduk tiga orang dewasa.
Saran kami, bila March dijadikan mobil keluarga, pikirkan dulu seberapa besar ukuran tubuh anggota keluarga Anda. Bila rata-rata tubuh anggota keluarga terlalu besar, dan Anda kerap pergi bersama, pertimbangkan dengan masak untuk membeli city car ini. Terlebih bila mobil ini nantinya akan sering dipakai untuk perjalanan jauh. [dp/Wyu]
test drive via [dapurpacu.com]



7:17 AM
kharisil


0 comments:
Post a Comment